Diare Akut penyebab , Cara Menangani Dan Pengobatan Yang Perlu Anda Ketahui

apotekr

Pada artikel kali ini Dokter Ayu akan menjelaskan tentang Diare akut , Tentunya bahasan kali ini sudah tidak asing lagi bukan bagi kamu. Ya, penyakit diare ialah penyakit yang memang umum dan sering sekali terjadi di sekitarmu atau bahkan di diri kamu sendiri. Diare identik dengan BAB yang terjadi secara terus menerus.

Diare merupakan salah satu gangguan kesehatan yang memang sepele namun kehadirannya tidak bisa kamu abaikan karena akan sangat mengganggu aktivitas mu sehari-hari. Rasa sakit dan letih akibat bolak balik ke WC inilah yang akan terasa sangat menyiksa para penderitanya.

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengena diare yang terus menerus dan bahaya apa yang dapat dibawah oleh diare bila tidak cepat disembuhkan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diare?

Gejala umum diare adalah:

•Feses lembek dan cair

•Sakit perut

•Kram perut

•Mual dan muntah

•Sakit kepala

•Kehilangan nafsu makan

•Haus terus menerus

•Demam

•Dehidrasi

•Darah pada feses

•Feses yang dihasilkan banyak

•Terus menerus ke toilet

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengena diare yang terus menerus dan bahaya apa yang dapat dibawah oleh diare bila tidak cepat disembuhkan.

Diare Akut dan Bahayanya bagi Tubuh

Diare ialah suatu gangguan kesehatan terutama pada bagian saluran pencernaan manusia yang ditandai dengan BAB atau buang air besar yang dilakukan lebih sering daripada biasanya dan dalam waktu yang sangat berdekatan, dengan kualitas tinja atau feses yang cair atau lembek (sering disebut mencret).

Diare kebanyakan dapat terjadi akibat salah mengkonsumsi makanan atau minuman atau makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri dan virus. Gangguan diare ini biasanya dapat disembuhkan dalam satu sampai dua hari setelah meminum obat.

Namun di beberapa kasus yang akut, waktu satu minggupun belum mampu menyembuhkan diare walau telah mengkonsumsi obat obatan anti diare.

Walaupun diare merupakan penyakit yang sering dan umum terjadi, namun diare yang tidak kunjung sembuh atau sering datang dan pergi pada tubuh manusia perlu kamu waspadai. Ya diare yang sifatnya terus menerus dapat dikategorikan sebagai diare akut.

Diare akut ini pada awalnya akan membawa dampak dehidrasi pada tubuhmu. Dehidrasi sendiri dapat terjadi pada tubuh kamu karena saat kamu sedang diare, tubuh secara otomatis terus mengeluarkan feses yang cenderung encer dan lembek.

Di saat saat seperti inilah tubuh akan kehilangan banyak cairan. Belum lagi didukung oleh fakta bahwa seseorang yang sedang terkena diare akan cenderung lemas dan tidak memiliki nafsu untuk makan dan minum. Inilah yang menyebabkan dehidrasi dapat terjadi pada setiap penderita diare terutama diare akut.

Kondisi dehidrasi pada tubuh penderita yang tidak segera diobati biasanya akan membawa efek anyang anyang, penyakit gagal ginjal, darah berubah menjadi kental hingga pada kematian karena cairan tubuh yang hilang sudah terlalu banyak.

Diare akut yang terus menerus juga sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan adanya iritasi pada usus sehingga mengganggu fungsi besar usus di bagian kolon yang bertugas untuk menyerap cairan pada makanan.

Hal ini bila tidak segera diobatipun mampu menyebabkan gangguan penyerapan pada usus manusia dan dapat menganggu sistem kerja tubuh manusia secara keseluruhan.

Bila kamu mengalami dehidrasi, sebaiknya kamu bisa segera mengkonsumsi oralit atau minuman penambah ion yang banyak dijual di pasaran secara umum.

Untuk oralit sendiri, kamu dapat mudah membuatnya di rumah yaitu hanya dengan menambahkan 1 sendok makan garam dan 1 sendok makan gula pada 1 gelas air lalu meninumnya.

Selain dehidrasi, diare akut yang berlangsung terus menerus juga bisa menyebabkan tubuh kamu mengalami malnutrisi. Malnutrisi ialah sebutan untuk keadaan tubuh yang sulit atau tidak bisa menyerap dan menerima nutrisi.

baca juga artikel tentang : Gejala penyebab dan pengobatan reumatik yang perlu anda ketahui

Penyebab

Apa penyebab diare?

Diare dapat disebabkan karena adanya gangguan pencernaan. Gangguan tersebut bisa berupa:

1. Keracunan makanan

Makanan tidak steril yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan sakit perut melilit, mual, dan buang-buang air. Ini disebabkan oleh racun yang dikeluarkan bakteri meninfeksi organ dalam sistem pencernaan Anda.

2. Infeksi bakteri, parasit, virus

Kuman yang dapat menyerang pencernaan sampai menyebabkan diare termasuk bakteri (C. difficile, E. coli, Salmonella, Shigella, dan Campylobacter), parasit atau amuba (Giardia dan Entamoeba histolytica), dan virus (Rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus)

Kuman-kuman tersebut dapat masuk ke dalam pencernaan melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

3. Intoleransi laktosa

Laktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam susu dan produk olahan susu. Intoleransi laktosa adalah gangguan sistem pencernaan yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah gula alami tersebut.

Ketika gangguan pencernaan ini terjadi, laktosa yang tidak bisa dicerna akan masuk ke usus besar. Bakteri di usus besar akan berinteraksi dengan laktosa sehingga menyebabkan gejala seperti kembung dan diare.

Risiko intoleransi laktosa dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Ini karena kadar enzim yang membantu mencerna laktosa turun setelah masa kanak-kanak.

4. Fruktosa

Fruktosa adalah gula yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan madu. Terkadang bila ditambahkan sebagai pemanis untuk minuman tertentu. Pada orang yang kesulitan mencerna fruktosa, dapat menyebabkan diare.

5. Pemanis buatan

Sorbitol dan manitol atau pemanis buatan lainnya dapat menyebabkan buang air besar cair berlebih. Pemanis buatan tersebut banyak ditemukan pada permen karet dan produk permen lainnya.

6. Mengonsumsi obat tertentu

Buang-buang air dapat terjadi karena efek samping mengonsumsi beberapa jenis obat. Obat ini termasuk:

•Antibiotik

•Antasida

•Obat untuk kemoterapi

•Obat jantung

•Antidepresan

•Obat tekanan darah tinggi

•Obat diuretik

Obat pencahar yang mengandung magnesium apabila disalahgunakan juga dapat menyebabkan diare. Kondisi ini juga dapat terjadi setelah operasi bariatrik atau pengangkatan kandung empedu.

7. Penyakit radang usus (IBD)

Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa dapat menyebabkan diare kronis yang dapat terjadi kambuhan. Selain buang air besar cair berlebih, Anda juga bisa mengalami sakit perut, perdarahan yang keluar dari anus , demam, dan penurunan berat badan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *