Hipertensi : Mengenal Penyebab Dan Gejala Tekanan Darah Tinggi

apotekr

Pada artikel kali ini Dokter Ayu akan membahas hipertensi mengenal penyebab dan gejala darah tinggi, Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Perlu diketahui bahwa tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat). 

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Perlu diketahui bahwa tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Gejala Hipertensi Umum

Biasanya seseorang yang memiliki hipertensi tidak sadar bahwa ia sedang mengalaminya, hal ini karena penyakit hipertensi hampir tidak menunjukkan gejala atau ciri yang dapat dilihat. Bahkan ketika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil yang sangat tinggi, pasien hipertensi masih dapat terlihat sehat dan bugar.

Penderita hipertensi mungkin saja mengalami gejala seperti hidung berdarah (mimisan), kepala sering pusing, atau susah nafas. Namun gejala hipertensi ini umumnya tidak nampak pada pasien sampai hipertensi adalah pada tingkat yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Tanda – tanda hipertensi berbeda dari satu pasien ke pasien lainnya.

Namun secara umum, gejala hipertensi adalah:

  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Telinga berdenging
  • Kebingungan
  • Detak jantung tak teratur
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
  • Darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lengkap.

Penyebab

Apa penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Hipertensi yang penyebabnya tidak jelas disebut hipertensi primer. Tapi tekanan darah tinggi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk.

Ambil contoh, merokok. Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Kebanyakan makan makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, fast food), dan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi juga bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder. Pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi karena obat mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi dalam beberapa kasus, tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat. Anda harus bertanya kepada dokter jika tekanan darah abnormal terus terjadi.

Anak di bawah 10 tahun sering kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnya penyakit ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah mengonsumsi obat darah tinggi.

Faktor Risiko Penyebab Hipertensi

Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh banyak faktor, beberapa di antaranya:

Ras. Hipertensi umum terjadi pada seseorang yang memiliki keturunan Afrika. Beberapa komplikasi hipertensi seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal juga lebih sering terjadi pada seseorang dengan ras ini.

Riwayat keluarga. Salah satu faktor risiko penyebab hipertensi adalah riwayat atau sejarah keluarga. Seseorang lebih mungkin mengalami hipertensi apabila ada anggota keluarga dekatnya yang mengalami hipertensi.

  • Usia. Risiko mengalami tekanan darah tinggi semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pria cenderung mengalami tekanan darah tinggi saat memasuki usia 64 tahun, dimana wanita saat memasuki usia 65 tahun.
  • Kegemukan atau obesitas. Semakin berat badan seseorang, semakin besar suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Alhasil, volume darah yang membawa oksigen dan nutrisi penting dari makanan akan semakin bertambah. Sayangnya, hal ini juga akan berdampak pada tekanan terhadap dinding pembuluh arteri.
  • Kurang olahraga. Seseorang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, artinya semakin berat kerja jantung dan semakin kuat tekanan yang diberikan pada arteri.
  • Merokok. Kebiasaan menghisap tembakau tidak hanya meningkatkan tekanan darah dengan segera, namun juga merusak lapisan pembuluh arteri. Hal ini akan menyebabkan semakin tipisnya pembuluh arteri dan risiko serangan jantung akan meningkat.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi garam (sodium). Terlalu banyak garam di dalam tubuh, akan menyebabkan tubuh cenderung mempertahankan cairan. Kelebihan cairan dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Kekurangan potassium. Potassium dapat menyeimbangkan kadar garam atau sodium dalam darah. Jika kita kekurangan sodium, tubuh kita cenderung akan mengalami kelebihan sodium.
  • Mengkonsumsi alkohol berlebihan. Apabila seseorang mengkonsumsi terlalu banyak alkohol, tekanan darahnya dapat meningkat. Kelebihan minum alkohol dalam jangka waktu lama juga dapat dapat merusak jantung dan organ hati.
  • Stress. Saat stress, tubuh kita akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini diketahui mempengaruhi keseimbangan elektrolit dan cairan dalam tubuh, sehingga tekanan darah dapat meningkat. Banyak kasus serangan jantung sering diasosiasikan dengan meningkatnya level kortisol dalam tubuh.
  • Kondisi kesehatan kronis tertentu. Beberapa kondisi dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah, seperti gangguan ginjal, diabetes, dan sleep apnea (masalah tidur mendengkur).

baca juga artikel tentang : mengenal gejala asam urat penyebab dan cara mengatasi asam urat

Kehamilan. Hipertensi dalam kehamilan sering disebut sebagai hipertensi gestasional. Hipertensi saat hamil ini biasanya muncul pada minggu ke-20 masa kehamilan. Umumnya, hipertensi gestasional akan setelah melahirkanWalaupun kondisi tekanan darah tinggi lebih sering dialami orang dewasa, anak kecil pun dapat mengalami hipertensi. Umumnya, hipertensi pada anak kecil disebabkan oleh masalah pada ginjal dan jantung mereka. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat, diet buruk, obesitas, serta kurangnya aktivitas olahraga adalah faktor risiko penyebab hipertensi pada anak – anak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Dilansir dari rilis media yang diunggah pada laman PD PERSI, dikatakan bahwa penurunan tekanan darah hingga 2 mmHg bisa mengurangi 7 persen risiko kematian akibat serangan jantung dan 10% risiko kematian akibat stroke.

Di sisi lain, gejala hipertensi tak melulu harus ditangani dengan obat-obatan medis. Di samping konsumsi obat-obatan, Anda juga harus melakukan perubahan gaya hidup postif. Beberapa perubahan gaya hidup postif yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi hipertensi adalah:

  • Diet seimbang dan rendah garam
  • Olahraga teratur
  • Tidak merokok dan tidak minum alkohol
  • Berusaha menurunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas

Berbagai cara yang sudah disebutkan di atas banyak membantu menurunkan tekanan darah agar tekanan darah normal selalu — sekaligus menekan risiko Anda terhadap komplikasi risiko penyakit lain akibat hipertensi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Itu artinya, mengelola tekanan darah adalah komitmen seumur hidup.

Demikian penjelasan tentang hipertensi  : penyebab dan gejala tekanan darrar tinggi , semoga bermanfaat ingat selalu konsultaskan dengan dokter anda , dan seperti biasa salam sehat selalu .

Check our bestsellers!

Rp 66.000
Rp 246.750

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *