Mengenal Apa Itu Vitiligo, gejala dan penyebabnya

apotekr

Pada artikel kali ini Dokter Ayu akan mengulas tenting mengenal apa itu vitiligo , gejala dan penyebabnya ,Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya pigmen warna pada kulit. Akibatnya, kulit mengalami kondisi seperti belang. Penyakit ini membuat warna-warna kulit asli akan hilang di area tertentu.

Kondisi ini paling sering terjadi pada punggung tangan, wajah, dan ketiak. Namun penyakit kulit ini juga bisa menyerang rambut dan bagian dalam mulut.

Penyakit kulit ini tidak mematikan dan tidak menular. Akan tetapi memang tidak dapat disembuhkan. Kadang-kadang penyakit ini berhubungan dengan penyakit lain, seperti tiroid.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vitiligo?

Tanda utama vitiligo adalah hilangnya warna kulit secara merata di beberapa bagian tubuh. Biasanya perubahan warna ini pertama kali terlihat di area yang terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir.

Secara garis besar, berikut berbagai tanda dan gejala saat Anda terkena vitiligo:

  • Hilangnya warna kulit secara merata di area tubuh tertentu
  • Munculnya uban secara dini di rambut, bulu, mata, alis atau janggut
  • Hilangnya warna pada jaringan yang melapisi selaput lendir (dalam mulut dan hidung)
  • Hilangnya atau berubahnya warna pada lapisan bola mata atau retina.

Seperti yang telah disebutkan gejala ini bisa muncul di usia berapa pun. Namun umumnya lebih sering terjadi sebelum seseorang menginjak usia 20 tahun.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, vitiligo terdiri dari 2 tipe yang berbeda yaitu:

Segmental

Untuk tipe segmental berikut ciri-cirinya:

  • Hanya muncul di 1 bagian tubuh seperti kaki, wajah, atau lengan
  • Sebagian besarnya mengalami kehilangan warna rambu, bulu mata, atau alis
  • Biasanya muncul di usia dini atau sangat muda
  • Sering kali berlangsung selama sekitar satu tahun kemudian berhenti meluas

Non-segmental

Tipe non-segmental adalah jenis vitiligo yang paling sering menyerang. Berikut berbagai tanda dan gejala yang biasanya muncul:

  • Muncul di kedua sisi tubuh, seperti kedua tangan atau kedua lutut
  • Bercak putih pertama berbentuk simetris
  • Hilangnya warna dimulai dari ujung jari, pergelangan tangan, hingga tangan
  • Muncul pada kulit yang terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, dan tangan
  • Warna kulit hilang dengan cepat kemudian berhenti untuk sementara waktu dan bisa mulai kembali
  • Warna yang hilang cenderung berkembang dan meluas

Selain dua tipe besar tersebut, ada beberapa subtipe dalam vitiligo. Subtipe menunjukkan pengelompokan vitiligo yang muncul pada tubuh, yaitu:

  • Lokal, munculnya satu atau beberapa bercak di beberapa area tubuh
  • Umum, kondisi paling umum yang menyebabkan bercak tersebar di seluruh tubuh
  • Universal, sebagian besar pigmen kulit hilang

Sejauh ini, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi seberapa luas perkembangan penyakitnya. Sebagian orang bisa terus mengalami perluasan area, sementara yang lainnya tidak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Riwayat dan pemeriksaan medis

Jika dokter Anda mencurigai Anda menderita vitiligo, ia akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda, memeriksa Anda dan mencoba mengesampingkan masalah medis lainnya, seperti dermatitis atau psoriasis. Ia dapat menggunakan lampu khusus untuk menyinari sinar ultraviolet ke kulit untuk menentukan apakah Anda menderita vitiligo.

Biopsi kulit dan pengambilan darah

Selain mengumpulkan riwayat medis pribadi dan keluarga Anda serta memeriksa kulit Anda, dokter Anda dapat:

Ambil sampel kecil (biopsi) kulit yang terkena

Ambil darah untuk tes laboratorium untuk mencari kondisi autoimun yang mendasarinya, seperti anemia atau diabetes

Pengobatan

Banyak perawatan tersedia untuk membantu mengembalikan warna kulit atau bahkan meratakan warna kulit. Hasil bervariasi dan tidak dapat diprediksi. Beberapa perawatan memiliki efek samping yang serius. Jadi dokter Anda mungkin menyarankan agar Anda terlebih dahulu mencoba memperbaiki penampilan kulit Anda dengan menerapkan produk penyamakan kulit atau riasan.

Jika Anda dan dokter memutuskan untuk mengobati kondisi Anda dengan obat, pembedahan, atau terapi, prosesnya mungkin memakan waktu berbulan-bulan untuk menilai efektivitasnya. Dan Anda mungkin harus mencoba lebih dari satu pendekatan atau kombinasi pendekatan sebelum Anda menemukan perawatan yang paling cocok untuk Anda.

Bahkan jika pengobatan berhasil untuk sementara waktu, hasilnya mungkin tidak bertahan atau tambalan baru mungkin muncul.

Obat-obatan

Tidak ada obat yang dapat menghentikan proses vitiligo – hilangnya sel pigmen (melanosit). Tetapi beberapa obat, digunakan sendiri atau dengan terapi cahaya, dapat membantu mengembalikan warna kulit.

Krim yang mengontrol peradangan. Menerapkan krim kortikosteroid ke kulit yang terkena dapat membantu mengembalikan warna, terutama jika Anda mulai menggunakannya di awal penyakit. Anda mungkin tidak melihat perubahan warna kulit Anda selama beberapa bulan.

Krim jenis ini efektif dan mudah digunakan. Tetapi dapat menyebabkan efek samping, seperti penipisan kulit atau munculnya garis-garis atau garis-garis pada kulit Anda.

Bentuk obat yang lebih ringan dapat diresepkan untuk anak-anak dan untuk orang-orang yang memiliki area kulit yang berubah warna.

Obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Salep yang mengandung tacrolimus atau pimecrolimus (inhibitor kalsineurin) mungkin efektif untuk orang dengan daerah kecil depigmentasi, terutama pada wajah dan leher.

Perawatan ini mungkin memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada kortikosteroid dan dapat digunakan dengan sinar ultraviolet B (UVB). Namun, Food and Drug Administration telah memperingatkan tentang kemungkinan hubungan antara obat-obatan ini dan limfoma dan kanker kulit.

Terapi

Menggabungkan terapi psoralen dan cahaya. Perawatan ini menggabungkan zat yang berasal dari tumbuhan yang disebut psoralen dengan terapi cahaya (fotokemoterapi) untuk mengembalikan warna ke bercak cahaya. Setelah Anda mengambil psoralen melalui mulut atau menerapkannya pada kulit yang terkena, Anda terpapar sinar ultraviolet A (UVA), sinar UVB atau cahaya excimer. Pendekatan-pendekatan ini cenderung memiliki hasil yang lebih baik daripada hanya obat atau hanya cahaya. Anda mungkin perlu mengulangi perawatan hingga tiga kali seminggu selama enam hingga 12 bulan.

Menghapus warna yang tersisa (depigmentasi). Terapi ini bisa menjadi pilihan jika vitiligo Anda tersebar luas dan perawatan lain tidak berhasil. Agen depigmenting diterapkan pada area kulit yang tidak terpengaruh. Ini secara bertahap mencerahkannya sehingga menyatu dengan area yang berubah warna. Terapi ini dilakukan sekali atau dua kali sehari selama sembilan bulan atau lebih.

Efek samping dapat termasuk kemerahan, bengkak, gatal dan kulit kering. Depigmentasi bersifat permanen, dan Anda akan selalu menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vitiligo?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi vitiligo:

Lindungi kulit dari sinar UV

Saat mengidap vitiligo, usahakan untuk menjauhkan kulit dari paparan berlebih sinar UV alami dan buatan. Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi jika akan berkegiatan di luar ruangan.

Paling tidak, pilihlah tabir surya yang memiliki SPF 30 dan tahan air. Oleskan selama dua jam sekali atau kapan pun saat Anda merasa tabir surya luntur akibat keringat.

Selain itu, lindungi kulit dari teriknya sinar matahari dengan mengenakan pakaian tertutup. Gunakan baju lengan panjang dengan celana panjang plus topi jika diperlukan.

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari membantu mencegah kulit terbakar. Ini karena sinar matahari sangat bisa memperburuk kondisi vitiligo Anda.

 Menggunakan kosmetik

Untuk menambah kepercayaan diri Anda, samarkan area vitiligo dengan bantuan kosmetik. Cara ini bisa dilakukan jika area kulit yang kehilangan pigmen tidak terlalu luas. Pilihlah warna yang cocok dengan kulit asli Anda sehingga belang pada kulit dapat tersamarkan dengan baik.

Jangan ditato

Menutupi tubuh yang kehilangan bercak dengan tato bukanlah pilihan yang bijak. Bukannya tertutupi dengan baik kulit malah bisa semakin rusak. Bahkan tato juga bisa memicu munculnya bercak baru dalam waktu dua minggu pasca prosedur.

Ingatlah bahwa tidak ada metode pengobatan yang dapat memberikan kesembuhan permanen dan total untuk vitiligo.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Demikian penjelesan tentang vitiligo semoga bermanfaat dan seperti biasa salam sehat selalu .

Check our bestsellers!

Rp 8.500
Rp 58.700
Rp 13.900

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *